Es krim adalah buih setengah beku
yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel-sel udara yang ada berperanan
untuk memberikan texture lembut pada
es krim tersebut. Tanpa adanya udara, emulsi beku tersebut akan menjadi terlalu
dingin dan terlalu berlemak.
1.
Bahan Baku Utama
a. Lemak
Lemak (lipida) terbentuk dari unit-unit struktural dengan
hidrofobisitas yang tampak jelas. Lipida tidak larut dalam air, tetapi larut
dalam pelarut organik. Ketidak larutan dalam air adalah sifat analitis yang
digunakan untuk pemisahan cepat antara lemak dari protein dan karbohidrat
(Belitz and Groosch, 1987).
Minyak atau lemak, khususnya minyak nabati, mengandung
asam-asam lemak essensial seperti linoleat, linolenat, dan arakidonat yang dapat
mencegah penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol. Selain itu, lemak dan
minyak juga berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin-vitamin A, D, E
dan K (Winarno, 1997).
Lemak sendiri dapat menyusun 10-15%
berat es krim susu (dairy ice cream), dapat berupa lemak susu (seperti whole
milk, cream, butter, atau Anhydrous Milk Fat (AMF)) atau lemak nabati yang
terbuat dari padatan minyak biji bunga matahari, minyak kelapa, minyak kedelai,
dan rapessed oil.
Penambahan lemak nabati dilakukan
karena lemak nabati lebih aman digunakan dan memiliki sifat yang lebih spesifik
khususnya menyangkut flavor (lemak nabati tidak menyebabkan off flavor akibat
absorbsi senyawa-senyawa flavor). Tujuan ditambahkannya lemak adalah untuk
memperbaiki tekstur, memperbaiki cita rasa dan memenuhi standar yang ada. Untuk
produk-produk jenis es puter, ditambahkan santan (ekstraksi daging buah kelapa)
sebagai tambahan sumber lemak bagi lemak nabati dari kedelai.
b. Padatan Susu non Lemak / Milk
solid-non-fat (MSNF)
Padatan susu non lemak / Milk solid-non-fat (MSNF) ialah
padatan yang diperoleh dari susu yang terdiri atas protein, garam dan laktosa.
Protein merupakan zat makanan yang sangat penting bagi tubuh karena protein
berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh dan sebagai zat pembangun serta zat
pengatur. Sedangkan garam merupakan substansi yang ada atau mungkin ada dalam
susu sebagai ion-ion dengan berat molekul yang sangat kecil (kurang dari 300).
Dan laktosa merupakan karbohidrat utama yang terdapat dalam susu.
Pada pembuatan es krim industri biasanya menambahkan MSNF
dalam bentuk bubuk susu atau susu skim yang terkondensasi (condensed milk).
Jumlah MSNF yang ditambahkan harus sekitar 11-11,5% berat untuk didapatkan mix
es krim yang memiliki kadar lemak 10-12%. Selain memiliki nilai nutrisi yang
tinggi, MSNF jugameiliki kemampuan untuk memperbaiki tekstur es krim dengan
cara mengikat air dan memindahkan air dan protein yang terkandung dalam MSNF
dapat mempengaruhi distribusi yang tepat dari udara di dalam es krim selama
proses pembekuan.
MSNF ditambahnkan pada proses pembuatan dengan tujuan
didapatkannya kadar lemak yang bervariasi sebagai hasil dari buttermilk dan
terhindar dari flavor yang mungkin dihasilakn oleh buttermilk itu sendiri serta
agar didapatkan tekstur yang lebih bagus.
c. Gula
Gula merupakan istilah umum yang sering diartikan untuk
karbohidrat yang digunakan sebagai pemanis. Dalam dunia industri, gula yang
paling sering digunakan ialah sukrosa yang tersusun atas dua komponen, fruktosa
dan glukosa.
Untuk pembuatan es krim, gula ditambahkan untuk mengikat /
mengatur kadar padatan di dalam es krim dan untuk memberikan rasa manis yang
diinginkan konsumen. Biasanya tiap mix es krim mengandung 10-18% berat gula.
Penambahan gula yang berlebihan akan menimbulkan efek turunnya titik beku mix
es krim yang akan memperberat keja pembekuan, oleh karena itu penambahan gula
haru dilakukan dalam jumlah yang tepat. Gula tebu, gula bit, glukosa, laktosa
dan gula invert merupakan macam-macam gula yang dapat digunakan. Industri
biasanya menambahkan gula dalam bentuk gula pasir (kristal sukrosa) dengan
tujuan akan meningkatkan cita rasa/menambah rasa manis, meningkatkan total
padatan dan memenuhi standar yang ada.
d. Pengemulsi dan Penstabil
Pengemulsi merupakan substansi yang
membantu emulsifikasi dengan mengurangi tegangan permukaan dari produk-produk
cair. Selain itu, pengemulsi juga dapat membantu menstabilakn emulsi. Dalam
suatu sistem yang tidak dapat bercampur seperti air/minyal, emulsifier terletak
pada antarmuka/ interface yang berfungsi untuk mengurangi besarnya tegangan
antarmuka (Belitz and Groosch, 1987). Pengemulsi yang biasa digunakan dalam
pembuatan es krim ialah glycerin esters, sorbitol esters, sugar esters dan
ester-ester dari sumber lain, biasanya dalam jumlah 0,2-0,4% berat mix es krim.
Sedangkan penstabil merupakan bahan
yang jika didispersikan dalam fase cair akan mengikat molekul air dalam jumlah
besar sehingga membentuk jaringan yang mencegah molekul air bergerak bebas
(Bylunel,1995). Penambahan penstabil dalam pembuatan es krim memiliki beberapa
fungsi seperti meningktkan viskositas dari fase kontinyu sehingga dapat memberi
kontribusi terhadap eating characteristics seperti body dan creaminess serta
dapat mengatur perkembangan kristal es. Penstabil dapat mendorong tingkat
pembentukan inti (nucleation) tapi menghambat tingkat pertumbuhan yang liner
sehingga didpatkan kristal es yang kecil dan bertekstur halus.
Pada pembuatan es krim, Industri
biasanya menggunakan pengemulsi dari senyawa mono dan digliserida. Sedangkan
untuk penstabil digunakan karagenan, gum guar dan sodium-CMC. Akan tetapi,
pengemulsi dan penstabil yang digunakan sudah dalam satu campuran sehingga
dapat bekerja secara sinergik di dalam mix es krim. Pada pembuatan water ice,
hanya digunakan penstabil agar partikel-partikel padatan dapat menyau dengan
pembawanya (air) dan tidak dilakukan penambahan pengemulsi karena tidak
mengandung lemak pada produk water ice.
e. Pewarna dan Perasa
Pewarna
merupakan bahan yang digunakan untuk mengatur atau memperbaiki diskolorisasi
makanan atau perubahan warna selama proses atau penyimpanan. Sedangkan zat
perasa merupakan senyawa-senyawa yang meningkatkan aroma daro komoditi makanan
walaupun zat ini sendiri, dalam konsentrasi penggunaannya tidak memiliki bau
atau rasa yang khusus (Belitz and Groosch, 1995).
Industri
biasanya menggunakan bahan perwarna pada mix agar didapatkan penampilan yang
menarik pada es krim dan untuk meningkatkan warna dari bahan tambahan perasa
buah.
Sedangkan
bahan perasa, paling umum digunakan ialah vanilla, nougat, coklat, strawberry
dan kacang. Beberapa produk menggunakan real fruit sebagai bahan penyumbang
flavor seperti kopyor dan durian. Penambahan aksesoris pada es krim (seperti
kacang, nougat dan selai) bertujuan untuk memperkaya flavor dan pemanis. Kakao
digunakan untuk coating/pelapis coklat pada es krim bars, cones dan bricks.
f. Air dan Udara
Air digunakan untuk mencampurkan
bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim sehingga didapatkan mix es
krim yang siap diolah lebih lanjut menjadi es krim. Sedangkan udara digunakan
untuk memberikan es krim kandungan udara (overrun) yang sesuai dengan jenis es
krim sehingga didapatkan tekstur es krim yang halus dan mengurangi rasa dingin
yang berlebihan. Udara yang digunakan berasal dari kompresor udara yang telah
mengalami filtrasi dengan filter mikrobial sebelum masuk ke dalam mix es krim.
2.
Bahan Baku Pembantu
a. Aksesoris buah-buahan
Aksesoris buah-buahan adalah
buah-buahan yang ditambahkan ke dalam mix es krim yang berfungsi selain untuk
menambah penampilan suatu produk/ sebagai aksesoris, juga untuk meningkatkan
cita rasa produk. Aksesoris buah-buahan ditambahkan ke dalam mix setelah mix
keluar dari continous freezer ( mengalami pembekuan ). Aksesoris buah
dicampurkan ke dalam mix dengan bantuan alat yang disebut fruit freeder.
Jenis aksesoris lain yang juga
dikategorikan sebagai aksesori buah-buahan yang biasa dimbahkan pada produk es
krim buatan industri adalah seperti tape ketan hitam, kopyor, kacang-kacangan,
kismis/raisin, crinkle, dan choco cips. Namun, yang biasa digunakan pada
rata-rata pabrik pembuat es krim adalah crinckle dn choco cips.
Crinkle adalah cairan semi solid seperti
selai/jam denga rasa tertentu yang dicampurkan ke dalam mix es krim yang
keluar dari continous freezer. Selain sebagai aksesoris, bahan ini juga
berfungsi meningkatkan rasa produk.
Choco cips adalah potongan-potongan
coklat yang digunkan sebagai aksesoris. Choco cips berasal dari coklat cair
yang dikeraskan dengan air dingin kemudian dipotong keci-kecil dan bercampur
dengan mix es krim bersuhu rendah dari continous freezer melalui suatu feeder.
b. Pelapis coklat/strawberry
Pelapis coklat/ coating adalah suatu
campuran coklat (dari kakao) dan lemak yang berbentuk cair dengan viskositas
dan elastisitas tertentu serta memiliki titik beku tinggi (cepat membeku)
sehingga dapat digunakan sebagai coklat pelapis.Selain itu, biasanya juga
diguanakan pula pelapis strawberry yang dibuat dari buah strawberry.
c. Kacang dan wafer cone giling
Kacang adalah aksesoris yang
ditambahkan pada permukaan produk es krim dengan pelapis coklat. Aksesoris
kacang dicampurkan ke dalam cairan pelapis coklat dan akan menempel pada pelaps
coklat saat cairan pelapis tersebut mengeras. Aksesoris kacang juga ditambahkan
pada produk es krim cone sebagai pelengkap.
Wafer cone giling adalah aksesoris
yang fungsinya sama seperti aksesoris kacang. Wafer cone giling digunakan untuk
menggantikan sebagian kacang. Aksesoris ini berasal dari wafer cone yang cacat
sehingga tidak boleh digunakan dalam produksi. Wafer tersebut digiling untuk
memperoleh pecahan-pecahan kecil yang selanjutnya dicampur dengan kacang
sebagai aksesoris tambahan pada bahan pelapis.
3.
Bahan baku penolong ( Bahan
Pengemas )
Material-material pengemas yang
biasa digunakan pada pembuatan es krim di industri adalah:
a. Roll plastik. Digunakan sebagai
pengemas primer pada produk-produk es krim stick.
b. Pack dan cup plastik. Digunakan
sebagai pengemas primer pada produk-produk es krim cup dn family pack.
c. Heat-shrink plasyic film. Digunakan sebagai pengemas
sekunder pda produk-produk family packdan es krim 5 liter.
d. Kertas cone wrapper. Digunakan
sebagai pengemas primer pada produk-produk es krim cone.
e. Kotak kertas karton cardboard. Digunakan
sebagai pengemas primer pada produk-produk es krim 5 liter.
f. Kotak kertas karton. Digunakan
sebagai pengemas sekunder pada produk-produk es krim stick, cup, dan cone,
sedangkan pada produk-produk family pack berfungsi sebagai pengemas tersier.
4.
Proses Produksi
Proses pembuatan es krim terbagi
menjadi beberapa tahapan proses, yaitu pencampuran (mixing),
pasteurisasi (pasteurization) dan homogenisasi (homogenization),
penuaan (ageing), pembekuan (freezing), pengisian (filling),
pengerasan (hardening), pengemasan dan penyimpanan.
4.1
Pencampuran (Mixing)
Pada
tahap ini, semua bahan dasar dicampur di dalam tangki berpengaduk. Tangki yang
digunakan biasanya berbahan baja tahan karat (stainless steel). Pada
proses pencampuran ini, bahan baku cairan dimasukkan langsung ke dalam tangki
melalui pipa yang terhubung langsung dengan tangki sedangkan bahan baku padatan
dimasukkan ke dalam tangki melalui mulut tangki. Pencampuran memerlukan agitasi
yang keras agar semua bahan dapat bercampur dengan baik, oleh karena itu
biasanya digunakan pengaduk dengan kecepatan tinggi.
Proses
pencampuran pada pabrik es krim dilakukan secara partaian. Pada tahap ini,
seluruh bahan baku dimasukkan ke dalam tangki pencampur kemudian diaduk.
Terdapat dua buah tangki pengaduk berkapasitas dua ton terbuat dari bahan baja
anti karat (stainless steel) dan memiliki pengaduk berjenis propeller.
Semakin
lama pengadukan pada proses pencampuran, campuran yang dihasilkan menjadi
semakin homogen namun temperatur dan viskositas menjadi semakin menurun
sehingga sulit untuk dipompakan menuju proses pasteurisasi. Oleh karena itu,
waktu pengadukan pada proses pencampuran dibatasi. Proses pencampuran dari
mulai memasukkan bahan baku hingga pemompaan ke proses pasteurisasi menggunakan
waktu selama 20 menit. Tangki pencampur harus dibersihkan terlebih dahulu untuk
penggunaan memproduksi campuran yang berbeda jenis dan warna.
Proses
memasukkan bahan baku ke dalam tangki pencampur terdiri dari dua cara yaitu
secara manual dan secara otomatis. Bahan baku yang dimasukkan secara manual
biasanya berupa bahan baku padat, sedangkan yang dimasukkan secara otomatis
berupa cair yang terhubungkan langsung melalui pipa ke dalam tangki pencampur.
Memasukkan bahan baku ke dalam tangki pengaduk secara berurutan sesuai dengan
urutan tertentu. Urutan bahan baku yang dimasukkan ke dalam tangki pencampur
adalah air, gula pasir, bahan susu, racikan, gula sirup, minyak nabati, dan
terakhir adalah rework.
4.2 Pasteurisasi
(Pasteurization)
Setelah terbentuk campuran es krim (mix), campuran es
krim kemudian dipasteurisasi. Pasteurisasi merupakan titik control biologik (biological
control point) pada system yang bertujuan untuk menghancurkan
bakteri-bakteri patogen pada campuran. Selain itu, pasteurisasi juga dapat
mengurangi jumlah spoilage bacteria. Pasteurisasi memerlukan pemanasan
dan pendinginan. Temperatur minimal untuk melaksanakan pasteurisasi bergantung
pada waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pasteurisasi.
Pasteurisasi terbagi menjadi dua metode, yaitu metode partaian
dan kontinu. Pada metode partaian, campuran dipanaskan dalam sebuah tangki
hingga mencapai temperatur minimal 69oC dan dipertahankan selama 30
menit (Marshall, 2003). Setelah dipanaskan dan dipertahankan temperaturnya,
campuran kemudian didinginkan hingga temperatur 4oC atau kurang.
Metode partaian biasa disebut low-temperatur long-time (LTLT).
Proses pasteurisasi dan homogenisasi dilakukan dengan
menggunakan rangkaian alat balance tank, plate heat exchanger (PHE),
homogenizer, dan holding tube. Keluaran campuran dari tangki
pencampur dipompakan menuju balance tank yang berfungsi untuk menjaga
laju alir campuran konstan. Temperatur campuran keluar dari balance tank
sama dengan temperatur campuran keluaran tangki pencampur.
PHE terdiri dari bagian regenerasi, pemanasan, dan
pendinginan. Mula-mula campuran masuk ke dalam bagian regenerasi. Pada bagian
ini, terjadi perpindahan panas antara campuran dari balance tank dengan
campuran dari homogenizer yang memiliki temperatur lebih tinggi. Adanya
bagian regenrasi ini dapat menghemat kebutuhan energi hingga 90%.
Campuran kemudian dialirkan ke bagian pemanasan. pemanasan
dilakukan oleh air bertemperatur 90-95oC yang sebelumnya dipanaskan
oleh kukus. Temperatur keluaran campuran setelah pemanasan adalah berkisar
antara 80-85oC. Setelah dipanaskan, campuran kemudian dialirkan ke
luar PHE menuju homogenizer.
Proses homogenisasi dilaksanakan pada homogenizer.
Campuran diberi tekanan tinggi mecapai 100-150 bar untuk ice cream dan
50-75 bar untuk water ice untuk memecah butiran lemak hingga berdiameter
1µm sehingga terbentuk campuran bertekstur halus dan homogen. Setelah
homogenisasi, campuran memasuki tahap pasteurisasi di dalam holding tube.
Waktu tempuh campuran melewati holding tube adalah
80oC dan temperatur campuran dijaga tetap 80-85oC.
Pasteurisasi berlangsung saat campuran melewati holding tube secara
turbulen dan temperatur yang dijaga selama 20 detik sepanjang jarak tempuhnya
di dalam holding tube. Dari holding tube, campuran masuk kembali
ke PHE ke bagian regenerasi. Regenerasi dapat menghemat hingga 90% energi yang
dibutuhkan untuk memansakan dan mendinginkan campuran. Setelah melepaskan
panasnya kepada campuran yang lebih dingin, campuran kemudian masuk ke dalam
bagian pendinginan.
Pendinginan pada PHE ini terdiri dari dua tahap. Pertama
pendinginan dengan air kemudian dilanjutkan dengan pendinginan menggunakan
glikol. Temperatur akhir setelah pendinginan dengan glikol diharapkan mencapai
4oC sebelum dipompakan menuju tangki penuaan.
Metode pasteurisasi yang paling banyak digunakan pada
industri es krim adalah secara kontinu atau yang biasa disebut high-temperatur
short-time (HTST). HTST dilaksanakan pada sebuah alat penukar panas yang
disebut plate heat exchanger (PHE). PHE terdiri dari bagian pemanasan (heating),
regenerasi (regeneration), dan pendinginan (cooling). Adanya
bagian regenerasi dapat menghemat kebutuhan pemanas dan pendingin hingga 90%.
Temperatur dan waktu minimum yang dibutuhkan pada metode HTST adalah 80oC
selama 25 detik.
Plate heat exchanger Merupakan mesin yang digunakan untuk pasteurisasi mix es
krim atau memanaskan bahan baku yang dicampurkan pada tahap pencampuran
sehingga mempercepat pencampuran. Selain memanaskan PHE juga digunakan untuk
mendinginkan es krim setelah homogenisasi. Prinsip kerjanya yaitu pertukaran
panas atau kalor antara mix dengan media pemanas atau pendingin melalui logam
penghantar panas yang berbentuk plat-plat. Plate heat exchanger tediri dari
satu set plat stanless steel dijepit pada suatu frame. Kerangkanya dapat
terdiri dari beberapa pak plat terpisah. Plat disusun sedemikian rupa untuk
transfer panas optimum. Plate heat exchanger dapat dilalui media pemanas atau
media pendingin tergantung tujuan yang diinginkan.

Gambar
1 Plate Heat Exchanger
4.3 Homogenisasi
(homogenization)
Homogenisasi
bertujuan untuk menurunkan ukuran partikel lemak dari susu atau krim hingga
mencapai ukuran kurang dari 1µm sehingga memperbesar luas area permukaan.
Sebelum homogenisasi, campuran harus telah dipanaskan terlebih dahulu agar berada
dalam fasa cair ketika homogenisasi karena pada fasa cair, efisiensi
homogenisasi akan lebih besar dan penghancuran gumpalan lemaknya menjadi lebih
mudah.
Homogenizer merupakan mesin yang berfungsi untuk mengecilkan ukuran
globula lemakmix es krim sehingga diperoleh emulsi yang sesuai dengan standar.
Prinsip kerjanya yaitu memaksa mix es krim melewati suatu celah yang sangat
kecil ukurannya dengan menggunakan tekanan yang sangat besar sehingga setelah
melewati celah diperoleh ukuran butiran mix yang kecil dan seragam. Tekanan
yang digunakan tergantung dari jenis mix es krim,semakin sedikit kandungan
lemak mix tersebut. Maka semakin besar tekanan yang diperlukan. Tekanan yang
diperlukan untuk menghomogenisasi mix es krim adalah antara 1000 psi sampai dengan
1500 psi.

Gambar 2 Homogenizer
4.4 Penuaan (ageing)
Setelah
mengalami proses pasteurisasi dan homogenisasi, campuran kemudian dimasukkan ke
dalam tangki penuaan. Temperatur campuran pada saat keluar dari PHE adalah 4oC,
yang diharapkan, kemudian langsung dimasukkan ke dalam tangki penuaan dan
dijaga temperaturnya tetap pada 4oC atau kurang selama minimal 2 jam
(Pearson, 1980). Beberapa tujuan dari proses penuaan ini adalah:
a. Meningkatkan kualitas whip
dan tekstur lembut dari campuran
b. Membuat protein dan pemantap
terhidrasi
c. Mengkristalkan lemak sehingga lemak
dapat menyatu
d. Mengurangi jumlah panas yang
dibutuhkan untuk dibuang pada saat pembekuan.
4.5 Pembekuan (Freezing)
Pada pembekuan, air dalam campuran dibekukan menjadi
Kristal-kristal es untuk menghasilkan tekstur yang agak keras. Proses
penambahan udara ke dalam campuran dilakukan pada tahap pendinginan ini. Jumlah
udara yang ditambahkan menentukan tekstur es krim yang dihasilkan. Pebekuan
dapat dilakukan secara partaian maupun kontinu. (Marshall, 2003)
Pembekuan secara partaian meliputi memasukan campuran es
krim ke dalam sebuah silinder yang memiliki sebuah dasher dengan mata
pisau pengikir. Dasher berputar-putar di dalam silinder sehingga udara
dapat tergabung ke dalam campuran, gumpalan lemak menjadi teraduk, dan
kristal-kristal es yang terbentuk pada dinding dalam silinder terkikis oleh
mata pisau pada dasher. Viskositas campuran es krim meningkat karena air
membeku membentuk padatan es. Gelembung udara terperangkap pada campuran yang
viskos tersebut sehingga meningkatkan volum dan membentuk overrun. Overrun
adalah persentase pertambahan volume es krim yang dihasilkan dibandingkan
dengan volume campuran yang digunakan untuk memproduksi es krim tersebut.
Maksimum overrun yang diperbolehkan sebesar 100%, namun overrun sebesar
itu sulit dicapai oleh pembekuan secara partaian. Kapasitas yang dapat dicapai
dengan menggunakan proses parataian ini adalah antara 1 L hingga 40 L.
(Marshall, 2003)
Hampir seluruh proses pembekuan es krim pada industri
dilakukan secara kontinu. Kapasitasnya berkisar antara 100 hingga 3000 L per
jam per freezer. Freezer yang digunakan biasanya didinginkan
dengan refrigerant amoniak. Pada pembekuan kontinu ini, es krim dibekukan
hingga temperatur -5oC s.d. -7oC (Marshall, 2003).
Beberapa kelebihan pembekuan secara kontinu dbandingkan dengan parataian adalah
volume pendinginan per pendingin lebih besar, tekstur produk akhir yang
dihasilkan biasanya lebih lembut, penambahan udara ke dalam campuran dapat
diatur sehingga overrun dapat diatur sehingga dapat mencapai overrun yang
diinginkan, peralatan lain untuk proses dapat diletakkan setelah keluaran dari freezer,
dan es krim dapat lebih mudah dibentuk.
Continous Freezer Merupakan mesin yang berfungsi untuk
membekukan mesin es krim dari tahap aging sehingga mix es krim yang sebelumnya
cair akan menjadi semi solid tapi belum mengeras. Prinsip kerja pembekuan yang
terjadi di continous freezer adalah seperti yang terjadi pada evaporator dalam
suatu system refrigerasi. Cairan Refrigerant yang suhunya sangat rendah akan
mendinginkan mix es krim sehingga mix tersebut akan membeku. Selain pembekuan,
di Continous Freezer juga dilakukan pengisian udara kedalam mix es krim (
overrun ). Hal ini dilakukan di lakukan dengan cara meniupkan udara kedalam
tabung melalui pipa udara serta dengan bantuan suatu pisau scraper atau
penggaruk yang mengeruk mix es krim yang membeku sehingga udara dapat masuk
dalam mix.

Gambar 8. Continous Freezer
4.6 Pengisian (Filing)
Campuran es krim yang keluar dari freezer setelah
pembekuan memiliki temperatur -5oC s.d. -7oC dan masih
sedikit lunak. Setelah keluar dari freezer, campuran es krim diberi
isian (topping) berupa buah, coklat, atau kacang sebelum kemudian
dikemas. Ada beberapa jenis mesin filling (pengisian): ROLLO, CUP, HOYER.
Seluruh mesin pengisian tersebut menjalankan proses pengisian secara otomatis.
Untuk beberapa produk perlu penambahan aksesoris lain pada saat pengisian,
misalnya buah, kacang, topping, crinkle, dan lain-lain. Hal ini
dilakukan dengan menggunakan mesin fruit feeder. Mesin pengisian atau
filling terdiri atas:
1.
Mesin HOYER/STRAIGHT LINE untuk pembuatan es krim-es krim
stick dengan bentuk khusus seperti Mimi, Bola, Heart.
2.
Mesin RIA dan ROLLO untuk pembuatan es krim biasa
3.
Mesin FILLMARK untuk pembuatan es krim cup dan cone
Prinsip
kerja mesin-mesin ini adalah pengisian mix es krim beku kedalam wadah atau
pencetakan es krim menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan sesuai dengan
cetakannya ( mould ).
4.7 Pengerasan
(Hardening)
Soft ice yang dihasilkan pada saat pembekuan tidak tahan terhadap
kelumeran/ melting selama pengemasan bila tidak dikeraskan terlebih dahulu.
Proses hardening bertujuan untuk membekukan es krim pada suhu -35°C sampai
-40°C selama 30-45 menit.
Tiga
metode pengerasan yang digunakan saat ini: (1) pengerasan aliran udara (cold
air steam hardening) dingin pada -35°C hingga 40°C, yang sangat baik dengan
memandang bentuk dari objek, tapi tidak efisien dari sudut pandang keteknikan karena
panas yang dihasilkan dari fan berukuran besar diperlukan; (2) pengerasan pada
plat (plate hardening) cocok khususny untuk kemasan datar berbentuk segi empat,
dimana kemasan ditahan dalam kontak yang dekat dengan plat logam yang
didinginkan ; dan (3) kontak langsung dengan cairan terefrigersi yang mendidih
seperti nitrogen cair. Prosedur terakhir ini secara thermal efisien tapi lebih
mungkin membawa pada kerusakan permukaanndan penyusutan dari produk. Hasil yang
memuaskan telah dilporkan dari waktu kontak yang relatif singkat dengan
nitrogen cair diikuti dengan penyimpanan dingin (cold storage).
Rata-rata
ukuran kristal es agak meningkat selama hardening
pada -30°C dan agak meningkat kembali selama 7 minggu awal penyimpanan pada
-20°C, tapi kemudin ternyata menjadi stabil. Setelah pengerasan,, eskrim
normalnya disimpan pada temperatur -17°C dan kemudian stabil tanpa
perubahan-perubahan lebih lanjut dalam struktur untuk beberapa bulan. Untuk
beberapa produk dilakukan pengerasan langsung dengan menggunakan cold brine
pada temperatur -35°C selama ± 5 menit sehingga es tidak lumer saat pengemasan
dan ditransportasikan ke cold storage.
Hardening tunel merupakan suatu terowongan pendingin
yang digunakan untuk mengeraskan es krim yang sudah melalui proses
pengisian.Suhu didalam hardening tunel mencapai suhu -350 C – 400C. Prinsip
kerja hardening tunel yaitu pendinginan udara di dalam terowongan menggunakan
refrigerant. Untuk mesin HOYER,hardening tunel telah terintegrasi menajdi satu
dengan bagian pengisiannya dengan plat-plat logam tempat produk diletakkan
selama masuk terowongan. Sedangkan mesin untuk FILLMARK hardening tunnel untuk
mesin-mesin FILLMARK yang berada didekat pengisiannya dan berupa rak-rak yang
keluar masuk terowongan. Untuk mesin RIA dan ROLLO tidak digunakan hardening
tunel tapi proses pengerasamn terjadi langsung pada mesin dengan menggunakan
media cairan pendingin (cool brine)
yang didinginkan dengan refrigerant.
4.8 Pengemasan
Es
krim yang sudah keras siap dikemas. Sebagian besar produk es krim di industri
dikemas sampai dengan kemasan sekunder . Kemasan primer adalah etiket/ bungkus
plastik, cup, atau cone sedangkan kemasan sekunder adalah kotak kertas karton/
kardus namun pada beberapa produk kemasan sekunder berupa heat-shrink
plastic/ plastik string.
Pada
kemasan sekunder/ tersier (kardus) dicantumkan kode produksi
(tanggal/bulan/tahun produksi – jam produksi – kode produk – shift). Selain itu
dicantumkan pula nama produk es krim yang dikemas, jumlah tumpukan karton
maksimum, dan advertising.
4.9 Penyimpanan
Es
krim yang sudah dikeraskan dan dikemas segera disimpan ruang pembeku (freezing
room) yang bersuhu -25°C kemudian siap dipasarkan setelah disimpan selama
kurang lebih 24 jam.
5.
Produk Jadi
Setelah semua proses pembuatan
selesai, kemudian es krim dapat dinikmati dan di pasarkan. Produk es krim
mempunyai banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan yaitu menjaga
kesehatan jantung, merangsang sistem kekebalan tubuh dan banyak lainnya.

Pakai mesin pembuat es krim cocok nih gan :D
BalasHapusKayaknya mantab banget ya, hmmm. Salam dari malang
BalasHapus