Senin, 11 Juni 2012

Indah dan Mulianya Kaum Perempuan


Setiap taman mempunyai hembusan angin. Hembusan taman dunia adalah kaum perempuan. Mereka, saudara kaum laki-laki. Ibu para pahlawan. Penuh lembut, indah, rahim orang-orang besar, melahirkan para ulama, membesarkan orang-orang tangguh, mendidik para bijak. Perempuan, itu perasa. Menyakitinya adalah dosa. Memarahinya adalah cela. Barangsiapa yang mencederainya maka ia tak akan lagi mempunyai hak mendapatkan kasihnya. Perempuan, di dunia ini adalah hiasan, keindahan dan pemberi inspirasi. Dia adalah pakaian bagi kaum laki-laki. Teman intim dalam kehidupan. Ia juga ibu yang sangat kasih. Sahabat bagi yang bersedih. Lebih baik meratap dan menangis. Tapi lebih merisaukan dari rasa sakit dan lara.
Air susunya adalah makanan paling tulus. Perlindungan yang diberikannya benar-benar tulus. Air susunya adalah sumber kasih saying. Di matanya tersimpan rahasia. Di keningnya terdapat banyak cerita. Air susunya menyimpan makna dermawan. Dalam peluknya adalah kasih saying. Rasa laparnya, berarti ia tak lapar seorang diri. Ketiadaan perempuan dari kehidupan adalah kehilangan banyak kehidupan. Ketersembunyian perempuan dalam pentas dunia adalah membunuh keindahan.
Ia adalah rumah bagi rantai keturunan. Penghimpun banyak prosa dan seni bahasa. Emas tanpa perempuan adalah arang. Mutiara tanpa perempuan adalah seonggok batu. Pendapat dan pandangannya memuat bahasa hati yang bisa and abaca. Anda mengetahui kadar cintanya, dari perempuan yang ditinggal kekasihnya. Dengan perempuan, dipahamilah arti kepergian dan perambungan. Pertemuan dan perpisahan. Kerugian dan kebingungan. Ketidakpedulian dan tuduhan.
Argumentasi perempuan bisa berakibat pada pembunuhan. Hanya kata-kata yang disampaikan kepadanya bisa bermakna meminangnya. Perkataan perempuan adalah sihir yang halal. Kalimat-kalimat dari lisannya mengalir seperti madu. Senyumnya lebih lezat daripada anggur. Perempuan lebih mampu menyihir ketimbang Harut dan Marut.
Perempuan adalah kertas putih. Diatasnya laki-laki menulis apa yang ia mau. Dari kecintaan dan kebencian. Dari kemarahan dan penghinaan. Ia adalah taman yang hijau. Kebun yang menawan. Di dalamnya semua tumbuh tumbuhan begitu indah dengan segala jenisnya. Pisau mereka adalah cinta. Yang mampu menyungkurkan orang yang mempunyai pikiran. Dan melemahkan orang yang tangguh, bial berhadapan dengannya. Orang yang berakal di sisinya menjadi tak berdaya.
Perempuan dalam kebenciannya tidak terlihat jelas. Air matanya adalah petunjuk paling nyata bagi orang yang mencintainya. Rahasia kekuatannya adalah, justeru sebenarnya ia lemah.
Orang-orang kafir ingin agar perempuan bebas berhias dengan fitnahnya. Sedangkan ISLAM inginkan keterlindungan dan ketertutupan. Ketaqwaan dan kebersihan. Agar perempuan menjadi bukti keindahan dan penerimaan. Oaring-orang kafir menginginkan perempauan tampil dengan pakaian menawan. Jika laki-laki terfitnah oleh dirinya, dan anak-anaknya membangkang kepadanya maka generasi keturunannya menjadi sia-sia. Islam ingin agar perempauan terlindungi dengan benteng yang sungguh mahal.
Adalah Adam as di surga tanpa teman dan tanpa pendamping. Lama berlalu ma situ, dan kesepian membuatnya meras sulit. Maka Allah SWT menciptakan untuknya Hawa. Lalu terciptalah antara keduanya kebersihan dan kesetiaan. Pertemuan yang baik, perlakuan yang abik. Laki-laki tanpa perempuan bak sebuah buku yang tak berjudul. Arja tanpa kerajaan. Sedangkan perempuan tanpa laki-laki adalah ibarat padang pasir yang tak bertumbuhan dan tak ada pepohonan. Kebun tanpa bunga dan buah.
Perempuan, jika baik perilakunya, suci jilbabnya, penuh kasih hatinya, maka rumah akan penuh keridhoan dan dunia akan menjadi tentram. Rumah tnpa perempuan adalah mihrab tanpa imam. Jalanan tanpa petunjuk. Andai perempuan tersembunyi dari kehidupan. Taka ada pelukan dan senyuman. Tak ada kata-kata dan ungkapan. Andai perempuan tak wujud di dunia, tak ada keturunan dan kelahiran. Hanya ada para bujangan.
Dalam hadits disebutkan “ Nikahilah perempuan yang kasih saying dan banyak melahirkan anak”. Rahasianya adalah untuk memperbanyak pasukan, menambah tentara, dan agar Rasulullah saw membanggakan jumlah yang banayk di hari kiamat. Di saat perempuan melucuti hijabnya, melepas jilbab, melawan hokum islam, keluar dengan liar. Katakanlah, selamat tinggal kesucian. Bagaimana rumah tanpa pintu bisa terpelihara. Bagaimana istana bisa terlindungi tanpa terjga. Air akan dijilat dan diminum oleh anjing. Maka, penghuni rumah haruslah menjaga dan melindungi.

Sumber: DR. AIDH BIN ABDULLAH AL QARNI (Berteduh di Taman Hati)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar